• ClustrMaps

  • Cepetan Klik !!

Lagu Kebangsaan Malaysia Jiplakan Lagu “Terang Bulan”


Ternyata Lagu Kebangsaan Malaysia “Negaraku” adalah jiplakan dari Lagu Terang Bulan yang diciptakan oleh pencipta lagu Indonesia yang dimiliki oleh perusahaan rekaman di Surakarta yang bernama “Lokananta”

“Lagu kebangsaan Negaraku meniru salah satu lagu kita yang berjudul Terang Bulan,” kata Kepala Lokananta, Surakarta, Ruktiningsih. Untuk itu Malaysia terancam somasi dari Indonesia berkaitan dengan dugaan plagiat lagu.

Lagu Terang Bulan yang akhirnya diketahui diciptakan oleh Syaiful Bachri, pertama kali dinyanyikan secara kor di Radio Republik Indonesia Jakarta pada 1956.

Lagu tersebut kemudian dipindahkan ke piringan hitam di perusahaan rekaman Lokananta, yang kini merupakan salah satu cabang Perum Percetakan Negara RI, pada 1965.

“Kedua lagu tersebut sangat identik dan sangat mirip, terutama dalam hal introduksi, nada, dan tempo lagu,” kata Ruktiningsih.

Ruktiningsih menjelaskan, Negaraku hanya mengubah syair Terang Bulan. Musik pengiring Negaraku dimodifikasi dengan sentuhan orkestra. Adapun lagu Terang Bulan diiringi musik sejenis keroncong.

Pihak keluarga Syaiful Bachri yang belakangan diketahui sebagai pencipta lagu Terang Bulan akan menyusuri bukti otentik untuk memastikan bahwa lagu tersebut adalah lagu buatan Indonesia

Konsultan hukum Lokananta, Jaka Irwanta, akan membicarakan dugaan penjiplakan ini dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pekan depan. Ia hendak melayangkan surat somasi ke Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia.

Jaka menceritakan, Presiden Soekarno pernah menghadiahkan piringan hitam lagu Terang Bulan kepada pemerintah Malaysia saat belum merdeka. “Namun, itu hanya hadiah, bukan untuk dijiplak,” katanya.

Dalam situs www.malaysianmonarchy.org.my, lagu kebangsaan Malaysia Negaraku disebut memang diperkenalkan oleh orkes Indonesia.

Berdasarkan cerita Raja Kamaruzzaman, putra Raja Mansur–Sekretaris Khusus Penguasa Kesultanan Perak pada 1887-1916, Sultan Idris Murshidul’azam Syah, lagu Terang Bulan disajikan oleh sebuah orkes dari Indonesia saat menggelar pertunjukan di Singapura. Setelah Negaraku ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Malaysia, lagu Terang Bulan masih diperdengarkan dalam acara masyarakat.

Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta belum bisa dimintai konfirmasi mengenai tudingan Lokananta. Ponsel Atase Pers Kedutaan Malaysia, Hamidah, tak aktif saat dihubungi. Ruktiningsih mengatakan klaim Malaysia atas tari Pendet membuat Lokanata mempermasalahkan dugaan penjiplakan ini.

Krisdayanti Pertanyakan Penghasilan Anang

Sanggup Biayai Hidup Saya Sebulan Berapa?

Seseorang yang dekat dengan KD dan Anang tapi tak mau disebutkan namanya ini, punya cerita tentang dialog yang memicu perceraian mereka. Kata sumber ini, perceraian itu terjadi justru setelah KD dan Anang umrah.

Alkisah, saat perjalanan pulang ke Jakarta, Anang meneleponnya, minta bertemu. “Kami akhirnya ketemu di lantai dua ruko Anang. Saya sempat bingung juga, ada apa, kok, kayaknya serius sekali.” Setelah berbasa-basi sejenak, lanjutnya, Anang memulai percakapan dengan kalimat, “Ini ada berita besar tapi tolong jangan kaget, ya.”

Saat berbincang khusus dengan tabloidnova.com, sumber ini pun semakin pe­nasaran meski dalam hati sudah bisa menerka, “Pasti Anang punya masalah dengan KD karena selama ini saya cukup tahu gonjang-ganjing rumah tangga mereka. Saya tanya ke Anang, ‘Kamu tidak ada apa-apa, kan, dengan Yanti?” Seperti yang sudah diduganya, Anang menjawab, “Justru karena ada apa-apanya, aku panggil kamu.”

Berceritalah Anang, ia sudah bercerai dari Yanti saat perjalanan pulang dari Jedah-Jakarta. “Persis­nya, di dalam pesawat. Sebelumnya, selama dalam penerbangan itu, KD mencurahkan isi hatinya, mengevaluasi perjalanan biduk rumah tangga mereka yang sudah berusia 13 tahun. KD bertanya pada Anang, “Kamu bisa biayai hidup saya sebulan berapa? Kalau saya sudah tak menyanyi lagi, apakah kamu sanggup membiayai hidup saya?”

Jelas, Anang kaget mendengar­nya. “Soalnya, selama ini, KD tak pernah bicara seperti itu. Anang pun tersinggung dan balik bertanya, ‘Jadi kamu maunya apa? Kalau kamu merasa tidak bahagia lagi dengan saya, ya, pisah saja. Enggak apa-apa, kok.’” Setelah itu, pasangan ini perang mulut, “Dan akhirnya Anang menalak KD, yang langsung disetujui KD.

Album Baru The Beatles Siap Diluncurkan

Kabar gembira bagi anda penggila grup band The Beatles. Grup band asal Inggris itu kembali akan merilis album baru.

Rencananya album tersebut akan dirilis akhir tahun 2009 ini.

Di album tersebut tidak akan ada lagu-lagu baru, semuanya merupakan versi rekam ulang dari piringan hitam. Lagu-lagu tersebut telah diubah dengan menggunakan teknologi canggih, yang artinya kualitas suara lebih baik dari album aslinya.

Menurut Azing Moltmaker, seorang peneliti semua yang berbau The Beatles asal Belanda mengatakan, album tersebut ditaksir meraup keuntungan hingga 1,6 milyar per harinya.

Menurutnya album ini lebih jernih suaranya dibanding versi lamanya.”Luar biasa, album ini lebih bagus. Anda sekarang bisa mendengarkan lagu-lagu sejelas dan seterang mungkin.”katanya seperti dilansir radio nederland wereldomroep.

Album berjudulFab Four’s ini rencananya akan dijual seharga $272 atau £170 satu set nya. Dalam album tersebut juga terdapat bonus gratis melalui i-Tunes. (nsq)

“Busa” di Mulut Itu karena Mbah Surip Perokok Berat

Artis komedi srimulat, Kabul Basuki alias Tessy Srimulat (dua dari kiri) melihat jenasah Mbah Surip pelantun lagu Tak Gendong yang disemayamkan sementara di rumah Mamiek Prakoso, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Selasa (4/8). Pria yang khas dengan gaya rambut rasta ini diduga terkena serangan jantung.

Saat Mbah Surip meninggal, dilaporkan kalau mulutnya banyak mengeluarkan busa. Namun, menurut dokter ahli penyakit dalam ini sebenarnya bukan busa seperti orang yang keracunan, melainkan air liur yang banyak. Alasan ini menjelaskan kalau penyanyi lagu “Tak Gendong” itu adalah perokok berat.

“Kalau orang merokok kemampuan untuk mengeluarkan lendir atau air liur rendah, tapi lendirnya atau air liurnya banyak,” kata Dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dalam jumpa pers di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Rabu (5/8).

Menurut Ari, baik asap rokok maupun zat yang ada dalam rokok menyebabkan silia atau bagian dari saluran pernapasan atas dan bawah fungsinya menurun. Akibatnya, lendir tidak bisa dikeluarkan secara normal. “Inilah yang mengakibatkan batuk di pagi hari, bagi para perokok. Tujuannya untuk mengeluarkan lendir, karena susah,” ungkap Ari.

Untuk kasus Mbah Surip, ia melanjutkan, sesaat menjelang kematian ketika kesadarannya rendah maka kemampuan Mbah Surip untuk menelan menurun. Lendir atau air liur akan mengumpul di mulut. Selanjutnya ia akan mencari jalan keluar, yakni melalui mulut. “Itulah mengapa saat kematiannya, Mbah Surip banyak mengeluarkan lendir di mulutnya,” tandas Ari.

Inilah Sebab Kematian Mbah Surip

Kematian Mbah Surip yang mendadak, kemungkinan tidak hanya disebabkan faktor kelelahan. Namun, juga akumulasi dari kebiasaan pelantun lagu “Tak Gendong” itu yang kurang baik. Demikian diungkap dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam jumpa pers di Rumah Sakit Cipto Mangkusumo Jakarta, Rabu (5/8).

Menurut Ari, sebagaimana ia tahu dari pemberitaan media, Mbah Surip hanya tidur 3 jam, memiliki kebiasaan merokok, dan banyak minum kopi. Kabarnya sehari Mbah Surip bisa minum 10 gelas. “Padahal, kan jadwalnya sebagai artis top sangat padat. Belum umurnya yang sudah 60 tahun,” ungkap Ari.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pengalaman kematian Mbah Surip membuktikan bahwa akumulasi antara kelelahan, kurang tidur, banyak mengonsumsi kopi, dan merokok terus-menerus mencetuskan terjadinya gangguan akut pada tubuh, seperti serangan jantung yang berakibat fatal.

Untuk itu, ia mengajak untuk memerhatikan pola hidup sehat. Minimal sehari tidur 6 jam di malam hari. Memerhatikan makanan dengan mengurangi keju, makanan berlemak, cokelat, kopi, suplemen yang mengandung ginseng, dan goreng-gorengan. Kemudian meningkatkan makanan sayur-saruran dan buah-buahan, minimal minum air putih 2 liter sehari, dan melakukan pemeriksaan laboratorium.

“Kita harap dengan ini semua kita lebih memerhatikan kesehatan kita. Mengurangi risiko penyakit jantung yang bisa menyebabkan kematian mendadak bisa dicegah,” tandas Ari.

About Mbah Surip

Siapa yang tidak tahu Mbah Surip di belantika musik Indonesia. Namun perlu diketahui, beliau adalah salah satu putra daerah Mojokerto. Lebih lengkapnya berikut biografinya:

Biodata:
Nama Lengkap : Urip Ariyanto
Nama Beken : Mbah Surip
Tempat Tanggal Lahir : Mojokerto, 5 Mei 1949
Gelar Pendidikan : STM Brawijaya Mojokerto, Drs, Chemical Engineer from Universitas Sunan Giri, Surabaya east java, and MBA

Resep sehat : Jangan makan yang nggak kamu sukai dan bergaulah dengan orang yang kamu sukai.
Pekerjaan lama : Engineer di bidang pengeboran minyak, tambang berlian, emas, dan lain2
Makanan Favorit : Perkedel kentang
Minuman Favorit : Kopi hitam
Aliran Musik : Reggae
Album: Ijo Royo-royo (1997), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003), dan barang Baru (2004).
Art Community : Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki
Jargon : I Love You Full

Awal Kehidupan Mbah Surip
Mbah Surip dilahirkan pada tanggal 5 Mei 1949 di Mojokerto Jawa Timur. Dilahirkan dengan nama Urip Ariyanto. Saat ini Mbah Surip berstatus duda dengan empat anak dan sekaligus juga sebagai kakek dengan empat cucu. Menurut pengakuannya Mbah Surip termasuk orang yang senang sekolah, Mbah Surip memiliki ijazah SMP, ST, SMEA, STM, Drs. sama insinyur dan MBA. Selain sebagai penyanyi, Mbah SUrip pernah merasakan pengalaman bekerja di bidang pengeboran minyak, tambang berlian, emas, dan lain-lain bahkan pernah bekerja di luar negeri seperti Kanada.

Namun Merasa nasibnya kurang baik, Mbah Surip mencoba peruntungan dengan pergi ke Jakarta. Di Ibukota Jakarta, ia bergabung dengan beberapa komunitas seni seperti Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki. Pada suatu waktu, nasib menentukan lain. Mbah Surip mendapat kesempatan untuk rekaman dan akhirnya meraih kesuksesan seperti sekarang.

Dalam perjalanan musiknya Mbah Surip telah mengeluarkan beberapa album musik. Album rekamannya dimulai dari tahun 1997 diantaranya, Ijo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003) dan barang Baru (2004). Namun ternyata lagu Tak Gendong diciptakan pada tahun 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Menurut Mbah Surip Filosofi dari lagu ini yaitu Belajar salah itu, yang digendong ya siapa saja, entah baik, galak, nakal, atau jahat. Seperti bus, nggak peduli penumpangnya, entah itu copet, gelandangan, pekerja, ya siapa saja. Sebab, menggendong itu belajar salah.Hmm..

Mbah Surip tampil juga lewat video klip “Witing Trisno” karangan Tony Q Rastafara di MTV. Ciri khas dari setiap aksinya di panggung musik yaitu selalu ditemani “Gitar Kopong” nya, menyanyi dengan sangat relax dan nyanyi “ngalor-ngidul” dengan gaya-nya yang khas; kocak, gila, dan bebas ekspresi.
Karakter inilah yang membuat Emha Ainun Najib atau Cak Nun sering menggambarkan sosok Mbah Surip adalah gambaran “Manusia Indonesia Sejati” yang tidak pernah merasa susah, tidak pernah gelisah, tidak pernah sedih dan selalu tertawa, meskipun seringkali di ledek orang Mbah Surip tetap saja tertawa tidak pernah dendam, atau membalas ledekan tersebut. Bahkan terkadang Mbah Surip bingung untuk pulang karena kehabisan ongkos.

Hasilnya Mbah Surip mengejawantahkan kesusahannya dalam sebuah lagu “minta ongkos pulang”. Dalam lagu tersebut Mbah Surip bercerita tentang pacarnya, meskipun kita ragu kalau Mbah Surip pernah berpacaran. Pada bait akhir lagunya mbah Surip meminta sesuatu kepada yayangnya (panggilan Mbah Surip kepada pacarnya dalam lagu tersebut)

Yang, boleh ga aku minta ongkos pulang ?,… boleh, boleh boleh…

Selain lagu Hit Tak Gendong lagu Mbah Surip lainnya sudah sangat dekat dan bersahabat di telinga Cak Nun dan jamah kenduri cinta, diantaranya: “Bangun Tidur, atau Turunkan harga minyak angin”. Bahkan lagu Tak Gendong sempat di tayangkan video klip nya di stasiun televisi swasta.

Terkadang mbah Surip mambawakan lagu tanpa syair dan tanpa nada dengan judul “diam bersama atau saling memandang” . Namun yang terjadi bukannya penonton diam atau saling memandang malah membuat orang tertawa terbahak-bahak.

Ha ha ha ha I Love you Full !!

GRUP MUSIK INDONESIA SIHIR PENONTON SLOVAKIA

Dahaga penggemar musik rock di Slovakia terpenuhi setelah grup musik “The Hydrant” asal Bali, Indonesia, tampil ‘road show’ di sejumlah kota dan tempat di Slovakia sejak 18 Juli lalu. Mengawali konser mereka di Slovakia, “The Hydrant” tampil pada festival tahunan “Bazant Pohoda” di Kota Trencin, dari tanggal 17 hingga 19 Juli, ujar Sekretaris Satu Pensosbud KBRI Bratislava Wanton Saragih Sidauruk kepada koresponden Antara London, Kamis. Dikatakannya, festival itu juga diikuti grup musik dari Amerika Serikat, Inggris, Ceko, Italia, dan Vietnam. “The Hydrant” yang bergenre ‘rockabilly’ tampil mempesona dan unik karena mereka manggung dengan menggunakan pakaian tradisional Bali. Menurut Wanton Saragih, ratusan penonton seakan-akan larut dengan aksi Marshello, vokalis dari The Hydrant, saat dia membawakan lagu-lagu yang di antaranya ciptaan grup sendiri yakni “Bali Adidos”, “Easy Come Easy Go”, “Road of My Life”, “Wanted Man”, “I am fool”, dan “Brothel in Paradise”. Kelompok musik Indonesia menyuguhkan keunikan tersendiri yang tampil dengan aliran musik ‘western’. Keunikan tersebut tidak asing bagi para penonton, tatkala pembawa acara menyebut Bali, Indonesia, sebagai asal grup band “The Hydrant”. Para penonton selalu memberikan applaus panjang setiap kali lagu usai dinyanyikan, sembari meneriakkan yel-yel ‘Hydrant, Hydrant’, ujar Wanton. Konser “The Hydrant” mendapatkan sambutan hangat dari para penonton di festival “Bazant Pohoda”. Festival itu diperkirakan dikunjungi sekitar 25 ribu orang per hari. Festival tersebut berlangsung selama tiga hari di areal seluas puluhan hektare, dengan menampilkan beberapa pertunjukan grup musik sekaligus dari mancanegara setiap hari.

Gosip Hengkang Dari Idol, Paula Abdul Minta Rp 200 M

Penyanyi Paula Abdul disebut-sebut hengkang dari deretan juri American Idol. Hengkangnya Paula itu kabarnya karena masalah uang.

“Memang menyedihkan, tapi sepertinya dia tidak akan kembali untuk Idol,” begitu menurut manajer Paula, David Sonenberg, seperti detikhot kutip dari RadarOnline, Rabu (22/7/2009).

Sumber yang dekat dengan Paula menambahkan, musisi 47 tahun itu menuntut dibayar US$ 20 juta atau sekitar Rp 200 miliar pada American Idol. Jika gaji tersebut tidak dipenuhi, Paula ogah kembali jadi juri.

Uang miliaran rupiah tersebut diminta Paula bukan tanpa alasan. Ia disebut-sebut ‘iri’ dengan bayaran yang diminta host American Idol, Ryan Seacrest.

Sekadar informasi, Ryan Seacrest baru saja memperbaharui kontraknya dengan American Idol. Untuk menjadi host acara lomba nyanyi itu selama 3 tahun, ia dibayar US$ 45 juta.

Aktris Amerika Bingung dengan Setan Indonesia

Heather Storm, aktris asal Amerika Serikat yang ikut berperan dalam film “Paku Kuntilanak” mengaku bingung dengan banyaknya jenis hantu di Indonesia.

“Saya bingung, jenis setan di Indonesia banyak sekali,” katanya saat ditanyakan apakah dirinya mengetahui setan Kuntilanak, usai press preview film tersebut di Jakarta, Selasa.

Memiliki postur seksi, tinggi 1,70 meter, berat 57 kg, bintang film berambut pirang ini mengaku gembira diikutsertakan dalam film Indonesia.

“Bekerja dengan orang film di sini lebih akrab, berbeda sekali dibandingkan di Amerika,” katanya.

Ketika ditanyakan apakah dirinya percaya pada hantu, Heather sambil tertawa menjawab, “Saya belum pernah bertemu hantu. Tapi kalau bertemu hantu seperti dalam film ini (Kuntilanak), pasti saya takut setengah mati.”

Heather bukan orang baru di dunia film. Paling tidak, ia sudah membintangi empat film, masing-masing  National Lampoon`s Doom Daze (2006), Always a First Time (2006), Epic Movie (2007), dan No Bad Days di mana ia menjadi bintang utama bersama Michael Madsen (Kill Bill).

Dalam  Paku Kuntilanak, komedi-horor kategori dewasa yang diproduksi Maxima Pictures, ia berperan sebagai seorang gadis asing yang menjadi korban perbuatan jahat kekasihnya (Keith Foo), yang membunuh seorang gadis bernama Kunti (Dewi Perssik) demi mendapatkan dirinya.

Beredar di seluruh bioskop nasional sejak 23 Juli 2009, film tersebut juga menghadirkan artis terkenal seperti Kiwil, Rizky Mocil, Chintyana Alona, Hardi Fadhillah, Eddi Brokoli, Nanny Wijaya, Bolot, dan Baron Hermanto.

Anak Michael Jackson Empat???

Hampir sebulan sudah Michael Jackson (MJ) meninggal dunia, namun kehidupan pribadinya yang misterius tetap menjadi berita. Kali ini muncul desas-desus bahwa King of Pop itu sebenarnya mempunyai empat anak.

Selama ini khalayak ramai mengetahui bahwa MJ mempunyai tiga anak, yakni Prince Michael (12), Paris (11) dan Prince Michael II alias Blanket (7). Rumor MJ punya empat anak berembus karena pada saat upacara perpisahan di Staples Center, terlihat ada Omer Bhatti (25) “nyelip” duduk di deretan terdepan, yang memang diperuntukan untuk keluarga.

Siapa Omer Bhatti? Omer saat ini dikenal sebagai penyanyi rap dari Norwegia yang tinggal di Los Angeles. Pada masa kecilnya, dia sering terlihat di dekat MJ, dengan pakaian yang serupa dengan sang megastar. Paras mukanya juga serupa dengan MJ setelah berkulit cerah.

Nah, soal wajah itu juga yang membuat rumor baru ini muncul, karena rupa Omer waktu kecil ini mirip dengan blanket. Selain itu, saat di Staples Center kemarin, Omer, yang duduk di samping Prince Michael I dan Rebbie– kakak tertuaMJ– mengenakan “seragam” yang sama dengan pakain yang dikenakan keluarga MJ. Jas hitam dan dasi kuning.

Ingatan orang-orang lalu kembali ke tahun 1984, saat pelantun Thriller itu mengatakan pada teman dekatnya, dia mempunyai anak hasil hubungan semalam (one night stand) dengan seorang fans di Norwegia.

Pada tahun 1996, MJ bertemu dengan Omer dan orangtuanya, Pia dan Riz Bhatti, di Tunisia. MJ terpesona dengan keluwesan bocah cilik itu menari. Setelah itu hubungan sang megastar dengan keluarga itu menjadi erat. Mereka sering berkunjung ke Neverland, dan tahun 1997 keluarga Bhatti pindah ke Los Angeles. Pia menjadi pengasuh untuk Prince Michael I dan Riz menjadi sopir.

Omer pun sering tampil bersama MJ, dengan dandanan seperti penyanyi itu. Tahun 2004, seperti diberitakan televisi Fox saat itu, MJ mengakui Omer sebagai anaknya.

Namun orang dekat MJ berkata kepada Fox bahwa itu hanya fantasi MJ sehingga pengakuan King of Pop tidak dianggap serius.

Ketika diwawancara The Sun, Riz Bhatti tidak mau berkomentar soal dugaan rumor itu. Namun pria asal Pakistan itu membenarkan anaknya lah yang berada di deretan terdepan di Staples Center.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.